Angklung

Diatas panggung, pertunjukan angklung membutuhkan banyak org. Instrumennya terbuat dari bamboo dan digunakan dengan menggoyangkannya ke bawah. Oleh karena itu angklung dapat mengeluarkan suara yg unik. Bentuk angklung terdiri dari 2 buah stik bambu yg seimbang dgn kebutuhan frekuensi suaranya. Bentuknya seperti instrument Calung. Untuk mendapatkan suara angklung bukan dari beat tp dgn menggoyangkannya sehingga dng cara seperti itu angklung dapat mengeluarkan suara. Saat ini angklung berkembang menjadi angklung yg memiliki nada berpasangan yg dikembangkan oleh Daeng Soetigna. Oleh karena itu Daeng Soetigna terkenal dlm Karawitan Sunda sebagai Bapak Angklung Diatonis Kromatis. Yg merupakan artis senior  yg mengubah nada angklung kedlm Pentatonik (da-mi-na-ti-la-da dlm kunci Salendro). Angklung seperti ini berkembang di Banten (Pandeglang dan Serang). Di Banten Angklung baru tsb terkenal dgn sebutan Angklung Gubrak, Angklung Sered atau Angklung Buncis. Diakhir decade angklung jenis ini menjadi semakin popular dan mendapatkan pandangan yg bagus dlm masyarakat luas terutama kalangan menengah sampai kalangan atas. Dalam kenyataannya kesenian angklung ini dipakai dlm sebuah orchestra (antara 30-60 org) yg biasa dilihat oleh kalangan pemerintahan atau untuk menyambut tamu dari luar negeri.

| Lihat Tempat Yang Disarankan |